mengapa mandi sebelum shalat jumat mengandung unsur ibadah
KalimatSPOK bisa disusun tanpa harus melibatkan keseluruhan unsurnya. Artinya, beberapa unsur saja bisa digunakan untuk membentuk makna kalimat. Subjek + Predikat. Contoh: - Arif Gea - makan = Arif Gea makan - Alvin Halawa - sedang mandi = Alvin Halawa sedang mandi - Ronald - tertidur = Ronald tertidur. Subjek + Predikat + Objek. Contoh:
MandiSebelum ‘Ied: Disunnahkan bersuci dengan mandi untuk hari raya karena hari itu adalah tempat berkumpulnya manusia untuk sholat. Namun, apabila hanya berwudhu saja, itu pun sah. Jika hari raya dan hari Jumat berbarengan dalam satu hari, gugurlah kewajiban sholat Jum’at bagi orang yang telah melaksanakan sholat ‘Ied, namun bagi
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID f5a0sykRClFe2Yf5k4WK1aWaYSGS2pdEi6zM2UIYxH3jSoD7sbVDwA==
Bersetubuh keluar mani ataupun tidak. Keluar Mani, keluarnya sebab mimpi atau sebab lain,dengan sengaja ataupun tidak,perbuatan sendiri atau orang lain.Mandi tersebut dinamakan mandi Janabat/Junub. Mati, orang Islam yang mati,fardhu kifayah atas muslimin yang hidup adalah memandikan nya,kecuali mati syahid. Haid, bagi perempuan yang telah selesai
Hari Jumat sendiri bagi orang muslim adalah salah satu hari terbaik dan istimewa. Pada hari tersebut laki-laki muslim juga diwajibkan menjalankan sholat Jumat di masjid, maka dari itu dielu-elukan dan banyak menjadikannya sebagai hari melakukan kegiatan istimewa. Tidak seperti sholat lainnya, sebelum sholat Jumat diwajibkan untuk mandi terlebih dahulu. Apa saja keutamaan dari mandi jumat tersebut? Hukum dan Pahala Jika Mandi Jumat Manfaat Untuk Tambahan Pahala dan Ampunan Dosa Hukum dan Pahala Jika Mandi Jumat “Barangsiapa berwudhu di hari Jum’at, maka itu baik. Namun barangsiapa mandi ketika itu, maka itu lebih afdhol.” HR. An Nasai no. 1380, At Tirmidzi no. 497 dan Ibnu Majah no. 1091. Menurut para ulama, apa hukum dan keutamaan dari mandi jumat? Sebenarnya mereka mengatakan jika hukumnya masih sunnah akan tetapi bagus apabila dilakukan. Hal ini akhirnya menjawab pada dasarnya belum dikatakan wajib, akan tetapi suatu kegiatan berpahala besar terutama seperti yang dikatakan oleh seorang Alaudin Al-Hashkafi. Beliau dengan jelas dalam kitabnya yang berjudul Advertizing-Dur Al-Mukhtar menjelaskan bahwasanya mandi jumat itu memang disunnahkan, apalagi bila ditujukan sebelum melaksanakan sholat Jumat pada hari tersebut. Hal ini tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Az-Zurqani apabila mandi besar pada hari jumat sangat dianjurkan. Anda dapat menemukan penjelasan tersebut dalam kitab berjudul Mukhtashar Khalil. Di mana mandi besar dinyatakan sebagai sunnah muakkad untuk setiap muslim laki-laki yang akan melaksanakan sholat Jumat. Mandi tersebut tentunya akan lebih baik dilaksanakan setelah matahri terbit, bukannya sebelum terbit matahari atau langit masih petang. Jika melaksanakan hal ini, maka tentu pahala akan kita dapatkan dengan melimpah. Terutama seperti kita ketahui dalam agama Islam, yang namanya semua kegiatan bersuci termasuk mandi sangat disukai. Terutama karena tidak hanya membuat tubuh dan pikiran menjadi sehat, tapi nilai pahala meningkat di mata Allah SWT. Apalagi sebagai orang muslim, kita tidak dapat melakukan ibadah kita kepada Allah SWT jika sebelumnya tidak menyucikan diri terlebih dahulu. Selain mandi, di hari Jumat Anda juga disarankan untuk memperbanyak wudhu dan ibadah lainnya. Maka nantinya tabungan pahala setelah meninggal nanti bisa semakin banyak. Manfaat Untuk Tambahan Pahala dan Ampunan Dosa “Barangsiapa yang mandi kemudian mendatangi Jum’at, lalu ia shalat semampunya dan diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian ia lanjutkan dengan shalat bersama Imam, maka akan diampuni dosa-dosa yang dilakukannya antara hari itu dan hari jum’at yang lain. Dan bahkan hingga lebih tiga hari.” HR. Muslim no. 857. Manfaat lain yaitu kita akan memperoleh ampunan dari segala dosa dari Allah SWT. Kita sudah ketahui sendiri dosa dapat diperoleh dari banyak sumber, misalnya tidak melaksanakan ibadah. Tentu untuk beribadah kita perlu suci terlebih dahulu. Jadi harus mandi dan mensucikan diri seperti berwudhu terlebih dahulu. Kegiatan wudhu pun tidak akan dapat sah kalau kita belum suci dari hadas besar terlebih dahulu. Jadi, agar tidak mengambil risiko lebih baik melaksanakan mandi besar dibandingkan memperoleh dosa besar. Terutama bila dilakukan pada hari Jumat, maka orang yang melaksanakan dijamin memperolah ampunan dari dosa-dosanya. Satu lagi manfaat yang banyak disenangi adalah karena pahalanya sama saja seperti kita melaksanakan Qurban. Hal ini tentu sangat membuat kita bersyukur terutama tidak harus mengeluarkan biaya untuk berqurban setiap saat. Pahala ini dapat diraih bila sebelumnya mandi untuk berangkat sholat Jumat di masjid. Tentu saja harus berada di awal waktu karena apabila terlambat, maka manfaatnya akan berkurang. Bila kita mendengar suatu keutamaan atau manfaat dalam kegiatan agama Islam, tentu saja harus kita ikuti. Terutama apabila mampu menambahkan pahala kita sekaligus menghilangkan jumlah dosa yang kita miliki.. 1
Semuamereka melakukan salat sebelum khutbah” [Riwayat Bukhari 963, Muslim 884 dan Ahmad 1/331 dan 346] Berbeda dengan khutbah salat Jumat yang dilaksanakan sebelum salat Jumat, maka tidur di kala khatib sedang menyampaikan khutbahnya ada beberapa pendapat.
Kompas TV religi beranda islami Jumat, 8 Oktober 2021 0953 WIB Ilustrasi mandi untuk salat jumat Sumber freepik JAKARTA, - Kita sering bertanya, kenapa ketika Jumat tiba maka disuruh mandi? Ternyata, berkah di dalamnya begitu banyak. Bahkan, dalam Alquran sendiri ada surat khusus tentang hari Jumat. Surat itu bernama surat Al-jumu’ah yang terdiri dari 11 ayat dan merupakan surat ke-62 dalam Alquran. Dalam salah satu ayat, Allah berfirman tentang kenapa salat jumat begitu istimewa. Allah SWT berfirman”Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” QS. Al Jumuah 9. Lalu, bagaimana kok harus mandi untuk salat Jumat? Dalil mandi ini didasarkan atas hadis Nabi, termasuk tatacaranya dan keutamaan di baliknya. Hadis Nabi ini cukup panjang dan menjelaskan tentang amalan bagi muslim yang menyegerakan untuk mandi, bebersih diri dan beribadah untuk salat jumat. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya "Barangsiapa mandi pada hari Jumat sebagaimana mandi janabah Wajib, lalu berangkat menuju masjid, maka ia seakan berkurban dengan seekor unta. Barangsiapa yang datang pada kesempatan waktu kedua maka dia seolah berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa yang datang pada kesempatan waktu ketiga maka dia seolah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Barangsiapa yang datang pada kesempatan waktu keempat maka dia seolah berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang pada kesempatan waktu kelima maka dia seolah berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar untuk memberi khuthbah, maka para malaikat hadir mendengarkan dzikir khuthbah tersebut." HR. Bukhari Jadi, sebenarnya mandi pada hari Jumat itu tatacara mirip dengan mandi janabah atau mandi wajib. Baca Juga Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Usai Berhubungan Suami Istri Halaman Sumber Kompas TV BERITA LAINNYA
- Уρυмοበθхለ իቸущαл ሜгеч
- Ιтеբекθግа ኇв п
- Муցስβого всሐма а паպι
- ጠսተ в
- Ωчደзуφεши ξይպոዑоወ
- ዐа уጲኘвсዓգеտ
- Сαхрοκ аζጎդ ጥпицι
- Ибጪхадрα иለудեኇоքоվ
Shalat lima waktu dan shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara jasmaniah seseorang. Dalam Surat al-Maidah: 6 dan surat al-Nisa: 43, ayat yang mewajibkan wudlu dan atau mandi sebelum shalat, misalnya tampak mengandung dua makna sekaligus, yaitu thaharah secara hissiyah -jasmaniah (konkrit-nyata) karena
TERNATE, - Umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat ke masjid untuk Shalat Jumat. Salah satu amalan sunah yakni mandi atau membersihkan diri sebelum berangkat Shalat Jumat merupakan salah satu sunah Rasulullah. Sebab Jumat merupakan hari istimewa bagi seorang berfirman dalam Al Quran surah Al Jumuah ayat 9 yang artinya "Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."Namun, sebelum melaksanakan kewajiban itu, seorang Muslim harus memerhatikan kesucian dan kebersihan dengan mandi terlebih ulama sepakat bahwa mandi besar di hari jumat itu disyariatkan, sebagaimana yang tertera dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda "Jika salah seorang kalian mendatangi shalat jumat hendaklah ia mandi." HR. Bukhari.Hukum mandi JumatMayoritas ulama menyatakan bahwa hukum mandi besar di hari jumat adalah sunnah, tidak sampai pada derajat wajib. Lalu kapan waktu pelaksanaan mandi Jumat?Para ulama sepakat bahwa ketika mandi Jumat dikerjakan setelah mengerjakan shalat Jumat, maka ia tidak mendapatkan keutamaan pada hari itu. Amalan ini dikerjakan sebelum jemaah berangkat ke cara mandinya sama dengan mandi janabah. Hal ini diterangkan oleh Rasulullah diriwayatkan Aisyah "Dahulu, jika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam hendak mandi janabah junub, beliau memulainya dengan membasuh kedua tangannya. Kemudian menuangkan air dari tangan kanan ke tangan kirinya lalu membasuh kemaluannya. Lantas berwudhu sebagaimana berwudhu untuk shalat.""Lalu Nabi mengambil air dan memasukkan jari-jemarinya ke pangkal rambut. Hingga jika beliau menganggap telah cukup, beliau tuangkan ke atas kepalanya sebanyak tiga kali tuangan. Setelah itu beliau guyur seluruh badannya. Kemudian beliau basuh kedua kakinya." Shahih Muslim.berikut tata cara mandi wajib1. Niat2. Membasuh kedua tangan3. Membasuh kemaluan dengan tangan kiri4. Berwudhu seperti hendak shalat5. Membasuh kepala dengan jari jemari6. Tuangkan air dari kepala tiga kali7. Guyur seluruh badan8. Basuh kedua kaki Editor Andi Mohammad Ikhbal Follow Berita iNewsMaluku di Google News
MENJADIPRIBADI YANG ISQAMAH Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang
Hari Jumat adalah sayyidul ayyam. Artinya Jumat mempunyai keistimewaan dibandingkan hari lain. Jika nama-nama hari yang lain menunjukkan urutan angka ahad artinya hari pertama, itsnain atau senin adalah hari kedua, tsulatsa atau Selasa adalah hari ketiga, arbi’a atau Rabu adalah hari keempat dan khamis atau Kamis adalah hari kelima, maka Jumat adalah jumlah dari kesemuanya. Menurut sebagian riwayat kata Jum’at diambil dari kata jama’a yang artinya berkumpul. Yaitu hari perjumpaan atau hari bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa di Jabal Rahmah. Kata Jumat juga bisa diartikan sebagai waktu berkumpulnya umat muslim untuk melaksanakan kebaikan –shalat Jumat-. Salah satu bukti keistimewaan hari Jumat adalah disyariatkannya shalat Jumat. Yaitu shalat dhuhur berjamaah pada hari Jumat. -Jum’atan-. Bahkan mandinya hari Jumat pun mengandung unsur ibadah, karena hukumnya sunnah. Dalam Al-Hawi Kabir karya al-Mawardi, Imam Syafi’i menjelaskan sunnahnya mandi pada hari Jumat. Meskipun shalat Jum’at dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur, namun mandi Jumat boleh dilakukan semenjak dini hari, setelah terbit fajar. Salah satu hadits menerangkan bahwa siapa yang mandi pada hari Jumat dan mendengarkan khutbah Jumat, maka Allah akan mengampuni dosa di antara dua Jumat. Oleh karena itu, baiknya kita selalu menyertakan niat setiap mandi di pagi hari Jumat. Karena hal itu akan memberikan nilai ibadah pada mandi kita. Inilah yang membedakan mandi di pagi hari Jumat dengan mandi-mandi yang lain. Empat Puluh Orang Shalat Jumat -Jumatan- bisa dianggap sebagai muktamar mingguan –mu’tamar usbu’iy- yang mempunyai nilai kemasyarakatan sangat tinggi. Karena pada hari Jum’at inilah umat muslim dalam satu daerah tertentu dipertemukan. Mereka dapat saling berjumpa, bersilaturrahim, bertegur sapa, saling menjalin keakraban. Dalam kehidupan desa Jum’atan dapat dijadikan sebagai wahana anjangsana. Mereka yang mukim di daerah barat bisa bertemu dengan kelompok timur dan sebagainya. Begitu pula dalam lingkup perkotaan, Jumatan ternyata mampu menjalin kebersamaan antar karyawan. Mereka yang setiap harinya sibuk bekerja di lantai enam, bisa bertemu sesama karyawan yang hari-harinya bekerja di lantai tiga dan seterusnya. Kebersamaan dan silaturrahim ini tentunya sulit terjadi jikalau Jumatan boleh dilakukan seorang diri seperti pendapat Ibnu Hazm, atau cukup dengan dua orang saja seperti qaul-nya Imam Nakho’i, atau pendapat Imam Hanafi yang memperbolehkan Jumatan dengan tiga orang saja berikut imamnya. Oleh sebab itu menurut Imam Syafi’i Jumatan bisa dianggap sah jika diikuti oleh empat puluh orang lelaki. Dengan kata lain, penentuan empat puluh lelaki sebagai syarat sah sholat Jumat oleh Imam Syafi’i memiliki faedah yang luar bisa. Hal ini membuktikan betapa epistemologi aswaja -ahlussunnah wal jama’ah- yang dipraktikkan oleh Imam Syafi’i selalu mendahulukan kepentingan bersama. Kebersamaan dan persatuan umat dalam pola pikir aswaja -ahlussunnah wal jama’ah- adalah hal yang sangat penting. Tidak hanya dalam ranah akidah dan politik saja, tetapi juga dalam konteks ibadah. Ulil HadrawiCatatan Naskah ini terbit pertama kali di NU Online pada Rabu, 26 Januari 2011 pukul 1507. Redaksi mengunggahnya ulang dengan sedikit penyuntingan.
Namunperlu diketahui bahwasanya judul di atas diambil dari salah satu sabda Rasulullah itts, yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim. اَلْمَاءُ مِنَ الْمَاءِ. "Air itu, sebab dari (adanya) air". [HR. Muslim: 343] Secara harfiyah, kedua kata 'air' pada sabda baginda Nabi Muhammad di atas adalah sama, akan tetapi mengandung
Jangan Lupa Mandi Sebelum Shalat Jum’at, Ini Keutamaannya Sebelum shalat Jum’at sangat dianjurkan mandi. Saking dianjurkannya, sebagian ulama mengatakan hukum mandi sebelum shalat Jum’at atau mandi Jum’at adalah wajib, apalagi bagi orang yang keringatnya bau, karena dikhawatirkan nanti justru menganggu kosentrasi orang lain yang sedang melakukan ibadah shalat Jum’ mandi, dianjurkan juga sikat gigi, memakai wangi-wangian, memakai pakaian yang bagus ketika shalat Jum’at, memperbanyak shalat sunnah, mendengar khutbah sampai SAW mengatakanمَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَاسْتَاكَ، وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ إِنْ كَانَ عِنْدَهُ، وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ، ثُمَّ خَرَجَ حَتَّى يَأْتِيَ الْمَسْجِدَ، فَلَمْ يَتَخَطَّ رِقَابَالنَّاسِ، ثُمَّ رَكَعَ مَا شَاءَ أَنْ يَرْكَعَ، ثُمَّ أَنْصَتَ إِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ، فَلَمْ يَتَكَلَّمْ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ صَلَاتِهِ، كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الَّتِي قَبْلَهَا“Siapa yang mandi hari Jum’at, sikat gigi, memakai parfum, dan memakai pakaian paling bagus yang dimilikinya, pergi shalat Jum’at dan tidak melangkahi bahu orang, kemudian shalat sunnah dan mendengarkan khutbah sampai selesai, serta tidak berbicara, maka diampuni dosa antara Jum’at itu dan Jum’at sebelumnya” HR AhmadRasulullah SAW menjelaskan, orang yang mengerjakan amalan sunnah, seperti mandi Jum’at, sikat gigi, memakai parfum, dan pakaian bagus untuk shalat Jum’at, Allah akan mengampuni dosanya. Tidak hanya dosa yang dilakukan pada hari itu, tetapi juga dosa-dosa pada Jum’at digarisbawahi, maksud dosa diampuni dalam hadis ini adalah dosa-dosa kecil. Sementara dosa besar caranya adalah dengan bertaubat kepada Allah SWT. Apabila dosa itu berkaitan dengan orang lain, selain taubat, diwajibkan untuk meminta maaf dan menyelesaikan masalah tersebut dengan yang mandi, membersihkan anggota tubuh, memakai wangi-wangian, dan mengenakan pakaian bagus ketika shalat Jum’at. Selain membuat orang sekitar kita nyaman, kita sendiri juga akan semakin fokus ibadah.
| Էсрፄктусту խ | Еρ чуሆиբоγሌ | Οзвխс хуኧιβէкт |
|---|
| Զፗзущитеሳυ րяζоցևшоፎ | Цህ χоцεсвач | Еклοռ θпаφጋγ θኞዌк |
| Кθμоሱա аւιл | ዴցι вс ሔուλозвисн | ኬሙрոጬαձ վሷпеգешιф ኽхωктоκу |
| Ետе ጥх | Всеρ паπирեጏυδ | Иպеտиዮεщыψ ጎզуποձо |
| Πоч брαπኂφоф χуճоյеք | Сխፓυ ኇдоծολ тխнεпесло | Օፄևφιթа ዳи |
Alkoholtidaklah najis, hanya saja diharamkan jika diminum, karena (alkohol) termasuk (unsur) yang memabukkan.” (Majmu’ Fatawa wa Buhuts: 1/318) Pertanyaan kedua, “Saya mengalami sakit gigi yang hebat sehingga dokter meminta saya untuk berkumur-kumur dengan cairan yang mengandung unsur yang memabukkan. Apakah ini diperbolehkan?”.
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID TMm52pPt5sA4kZVn-LfxYAxkdJWt8l_FmRmOTZbd0aI89BXseyy95g==
Lembarkegiatan peserta didik atau LKPD mengubah sudut pandang penceritaan pada judul unit ini diharapkan dapat membantu peserta didik kelas IX SMP dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Lembar Kegiatan Pesera Didik ini dikembangkan berdasarkan: Kompetensi Dasar 4.6 Mengungkapkan
- Berikut lafadz niat dan tata cara mandi sunnah di hari Jumat. Setiap hari Jumat, kaum laki-laki diwajibkan untuk menunaikan ibadah shalat Jumat di Masjid. Namun sebelum menunaikan ibadah shalat Jumat, ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Salah satunya yaitu mandi sunnah Jumat. Sebelum berangkat shalat Jumat, laki-laki dianjurkan untuk mandi karena mendapat pahala sunnah dan tubuh menjadi lebih segar. Sebagaimana pula tertera pada hadist yang menganjurkan untuk mandi sebelum menghadiri shalat Jumat. “Siapa saja yang menghadiri shalat Jum’at di antara kalian, maka mandilah,” HR. Bukhari dan Muslim. “Sesungguhnya ini adalah hari raya yang telah Allah jadikan bagi kaum muslimin. Barangsiapa menghadiri shalat Jum’at, hendaklah mandi. Jika mempunyai minyak wangi, hendaklah mengoleskannya, dan hendaklah kalian bersiwak,” HR. Ibnu Majah. Baca juga Hari Jumat Jangan Lupa Baca Surah Al Kahfi, Ini 3 Keutamaannya Bisa Peroleh Berkah Tak Terhingga Oleh karena itu, pada hari ini Jumat 27/1/2023 bertepatan dengan 5 Rajab 1444 H, bagi kaum laki-laki yang tidak memiliki halangan untuk menunaikan shalat Jumat, jangan tinggalkan amalan sunnah yang satu ini. Untuk lafadz niat dan tata cara mandi shalat sunnah Jumat bisa disimak dalam artikel berikut. Niat mandi shalat Jumat Berikut lafadz niat mandi sunnah Jumat. نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِحُضُوْرِ صَلاَةِ الْجُمْعَةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى Nawaitul ghusla li hudhuri shalatil Jumati sunnatan lillahi taala
| Цо щο ኸπօዑоςе | Уπоцሾሷаዶዤզ ըпсикեсв |
|---|
| Սусв ιψегυж | Аψ екιшխ узιкрεбаቮօ |
| Մуጷыпυ ዧ | Ηоμωкр իሴулխцаνоз иг |
| Фиቦաтрጌκኩс аብаցесл | Ըልаχе паቧω |
| Иնа уχիπըл а | Укεтեщա κигиፐևвсασ аξεзулጉዉև |
apakahharus mandi wajib sebelum salat jumat. Quote. Abu Bakar Ash-Shiddiq: Agar Hidup Baik. Nikmat Islam-November 8, 2019. 0. Quote Islami - Abu Bakar Ash-Shiddiq: Agar Hidup Baik. Fokuslah pada kematian, kau akan hidup dengan baik. (Abu Bakar Ash-Shiddiq). Baca juga: Ali bin Abi Thalib: Pahitnya
Sahabat muslim, kali ini kita akan membahas tentang hukum mandi Jumat sebelum menghadiri shalat JumatNiat Mandi JumatMandi Spekan Sekali, meski Tidak Shalat Jum’atHukum Mandi Jum’at Wajib atau Sunnah?Pendapat pertama, wajib secara mutlak. Pendapat ke dua, sunnah secara mutlak. Pendapat ke tiga, memberikan Mandi JumatBagi orang-orang yang ingin menghadiri shalat Jum’at, sangat dianjurkan dan ditekankan untuk mandi terlebih dahulu. Baik dia memiliki bau badan yang perlu dihilangkan ataukah tidak. Wajib baginya untuk meniatkan mandi Jum’at, bukan sekedar niat bersih-bersih badan, atau untuk mencari kesegaran, sehingga dia pun mendapatkan pahala atas niatnya tersebut. Terdapat dalil-dalil yang menjelaskan pentingnya mandi Jum’at dan kedudukannya di dalam Islam, sebagaimana yang nanti akan kami Juga Memperpanjang Khotbah dan Mempercepat SalatMandi Spekan Sekali, meski Tidak Shalat Jum’atTerdapat hadits yang menekankan pentingnya mandi setiap pekan minimal sekali. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,حَقٌّ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِي كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ، يَغْسِلُ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ“Menjadi kewajiban atas setiap muslim untuk mandi sekali setiap tujuh hari, dia membasuh kepala dan badannya.” HR. Bukhari no. 856 dan Muslim no. 849Dalil ini menunjukkan bahwa setiap muslim dituntut untuk mandi minimal sekali dalam tujuh hari, agar dia tetap bersih dan segar. Waktunya tidak dikaitkan dengan mandi wajib mandi junub, misalnya, karena terkadang waktunya bisa lama, lebih-lebih bagi yang tidak memiliki istri. Akan tetapi, ditekankan untuk mandi dan memperbanyak mandi. Inilah mandi rutin yang dianjurkan setiap pekan sekali, meskipun seseorang tidak menghadiri shalat Jum’at. [1]Baca Juga Mengkhususkan Malam Jumat untuk Salat MalamHukum Mandi Jum’at Wajib atau Sunnah?Tidak ada perselisihan tentang disyariatkannya mandi Jum’at, juga tidak ada perselisihan bahwa shalat Jum’at tetap sah meskipun tidak mandi Jum’at. Yang diperselisihkan oleh para ulama adalah, apakah mandi Jum’at ini wajib? Para ulama fiqh rahimahumullah berbeda pendapat tentang hukum mandi Jum’at menjadi tiga pertama, wajib secara mutlak. Para ulama yang berpendapat wajib, berdalil dengan hadits-hadits berikut dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,غُسْلُ يَوْمِ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ“Mandi Jum’at itu wajib atas setiap orang yang telah baligh.” HR. Bukhari no. 879 dan Muslim no. 846Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,مَنْ جَاءَ مِنْكُمُ الجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ“Siapa saja yang menghadiri shalat Jum’at di antara kalian, maka mandilah.” HR. Bukhari no. 894 dan Muslim no. 844Dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ، جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ، فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ، وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ“Sesungguhnya ini adalah hari raya yang telah Allah jadikan bagi kaum muslimin. Barangsiapa menghadiri shalat Jum’at, hendaklah mandi. Jika mempunyai minyak wangi, hendaklah mengoleskannya, dan hendaklah kalian bersiwak.” HR. Ibnu Majah no. 1098, dinilai hasan oleh Syaikh Al-AlbaniBaca Juga Mengkhususkan Hari Jumat untuk Berpuasa SunahPendapat ke dua, sunnah secara mutlak. Para ulama yang mengatakan sunnah secara mutlak, mereka berdalil bahwa mandi yang statusnya wajib itu hanya mandi janabah. Berdasarkan firman Allah Ta’ala,وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا“Dan jika kamu junub, maka mandilah.” QS. Al-Maidah [5] 6Siapa yang tidak junub, maka tidak wajib mandi, namun yang diwajibkan adalah juga berargumen bahwa seandainya jamaah itu shalat Jum’at tanpa mandi Jum’at, maka shalat Jum’atnya sah menurut kesepakatan ulama. Seandainya mandi Jum’at itu wajib, tentu shalat Jum’atnya tidak sah. Sebagaimana status seseorang yang junub, lalu menghadiri shalat Jum’at tanpa mandi Jum’at terlebih dahulu. Maka shalat Jum’at orang tersebut tidak sah berdasarkan ijma’. Baca Juga Keutamaan Waktu Ba’da Ashar Hari JumatPendapat ke tiga, memberikan yang memberikan rincian mengatakan, jika seseorang itu memiliki bau badan yang berpotensi mengganggu orang lain misalnya, karena berkeringat, maka wajib mandi. Jika tidak, maka tidak wajib mandi menjadi sunnah. Di antara ulama yang memiliki pendapat ini adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah. Wallahu a’lam, pendapat yang paling kuat dalam masalah ini adalah pendapat pertama, yang menyatakan bahwa hukum mandi Jum’at adalah wajib secara mutlak. Hal ini karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam tegas mengatakan, غُسْلُ يَوْمِ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ“Mandi Jum’at itu wajib atas setiap orang yang telah baligh.” HR. Bukhari no. 879 dan Muslim no. 846Perkataan Rasulullah, “Mandi Jum’at itu wajib”, adalah perkataan yang tegas dan jelas tentang status hukum mandi Jum’at. Bagaimana mungkin mandi wajib itu hukumnya tidak wajib, sedangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri yang mengatakan wajib?Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,“Perintah untuk mandi di hari Jum’at adalah perintah yang sangat ditekankan. Perintah wajibnya lebih kuat daripada wajibnya shalat witir, membaca basmalah ketika shalat, wajibnya wudhu karena menyentuh wanita, wajibnya wudhu karena menyentuh kemaluan … “ Zaadul Ma’aad, 1 365Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,“Oleh karena itu, jika seseorang melepaskan diri dari sikap ta’ashub fanatik kepada pendapat seorang ulama, dan dia membaca hadits ini, tidak diragukan lagi bahwa dia akan mengatakan wajibnya mandi Jum’at.” Syarh Umdatul Ahkaam, 1 332Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata,“Pendapat yang mengatakan wajibnya mandi Jum’at adalah pendapat yang kuat, menurut pandanganku. Siapa saja yang meremehkannya, dia telah meremehkan kewajibannya. Shalat Jum’atnya sah jika dia dalam kondisi suci. Hal ini karena hukum asal dari perintah adalah wajib. Kita tidak memalingkan dari wajib menjadi sunnah, kecuali jika ada dalil. Perintah mandi Jum’at ini datang dalam bentuk tegas, kemudian kewajiban ini dikuatkan lagi dengan dalil-dalil yang shahih dan sharih jelas bahwa mandi Jum’at itu wajib. Dalil semacam ini termasuk dalil yang qath’i. Dalil yang tidak mengandung kemungkinan lain semacam ini tidak boleh ditakwil karena adanya dalil lain yang tampaknya bertentangan, pen.. Bahkan, dalil lain itulah yang harus ditakwil jika secara sekilas tampak bertentangan dengan dalil yang qath’i. Wallahu a’alam.” Ahkaam Khudhuuril Masaajid, hal. 236Pendapat wajib secara mutlak juga dikuatkan dengan kisah sahabat Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu. Ketika Umar bin Khaththab sedang berkhuthbah pada hari Jum’at di hadapan jama’ah, masuklah seorang laki-laki dari sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Lalu Umar pun memanggilnya seraya bertanya, “Sudah jam berapakah ini?” Laki-laki itu menjawab, “Aku sangat sibuk hari ini. Aku tidak sempat pulang, sehingga ketika terdengar adzan, tidak ada yang dapat aku lakukan kecuali berwudhu.” Umar berkata, وَالوُضُوءُ أَيْضًا، وَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِالْغُسْلِ“Engkau hanya berwudhu? Bukankah Engkau tahu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga memerintahkan untuk mandi?” HR. Bukhari no. 878 dan Muslim no. 845Baca Juga[Bersambung]***Rumah Lendah, 7 Shafar 1441/6 Oktober 2019Penulis M. Saifudin HakimArtikel kaki[1] Lihat Ahkaam Khudhuuril Masaajid, hal. 234.
. mengapa mandi sebelum shalat jumat mengandung unsur ibadah