apa sumbangan ketiga kesultanan tersebut bagi nusantara
tersebut pembangunan hukum nasional harus mempergunakan wawasan bhineka tunggal ika. Dengan mempergunakan wawasan tersebut terakhir ini unifikasi hukum yang diinginkan oleh wawasan nusantara itu harus menjamin tertuangnya aspirasi, nilai-nilai dan kebutuhan hubungan masyarakat ke dalam sistem hukum nasional.
MIPKSSM 2021 SEJARAH 1249. 150. 5 Penglibatan Malaysia dalam negara serantau membolehkan negara kita menjadi. anggota Persatuan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN). (a) Terangkan latar belakang penubuhan ASEAN. [4 markah] (b) Jelaskan penglibatan Malaysia dalam kerjasama ekonomi dan sosial ASEAN.
KESULTANAN DI SUMATRA & SEKITARNYA JEUMPA, PERLAK, SAMDURA PASAI, LAMURI, ACEH, DAN MALAKA Berdasarkan buku “Kerajaan Jeumpa Aceh, Khilafah Islam Pertama di Dunia Melayu” karangan Hilmu Bakar pada tahun 2009, dijelaskan bahwa Jeumpa adalah Kerajaan Muslim yang disebut Kesultanan pertama di Nusantara yang didirikan oleh Syahriansyah Salman dari Persia tahun 777 M. Kesultanan Jeumpa memiliki hubungan yang erat dengan berdirinya Kesultanan Perlak, yang lebih sering dianggap sebagai Kesultanan pertama dengan aliran Syi’ah walaupun pada perkembangannya terutama di buku-buku pelajaran sejarah sekolah, Samudera Pasai sebagai Kesultanan pertama di Nusantara. Syahriansyah Salman menikah dengan Puteri Mayang Seuludang dan memiliki beberapa anak, yang salah satunya adalah Puteri Makhdum, ibu dari Sultan pertama Kesultanan Perlak. Sering disebut sebagai Kesultanan pertama di Nusantara walaupun kalah popular dengan Samudra Pasai bahkan Samudra Pasai dalam mayoritas literatur dianggap sebagai Kesultanan pertama di Nusantara. Perbedaan antara Perlak & Samudra Pasai sangat jelas. Perlak beraliran Syi’ah dan Samudra Pasai beraliran Sunni. Menurut pendapat saya masih berupa asumsi tanpa hasil riset Samudra Pasai lebih ditonjolkan dibanding Perlak karena mayoritas Muslim Indonesia beraliran Sunni dan bermazhab Syafi’I, yang juga sama pada Kesultanan Samudra Pasai dan sebagai rasa kebencian terhadap Syi’ah yang sampai sekarang terus bergulir. Perlak berdiri tahun 840 M dengan Sultan pertamanya yakni Sultan Alauddin Syah. Setelah Sultan terakhir Perlak, Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan wafat, hubungan Perlak & Samudra Pasai menjadi semakin “erat”. Samudra Pasai berdiri pada tahun 1267 dengan Marah Silu yang berganti sebutan menjadi Sultan Malik Al-Saleh sebagai Sultan pertamanya. Putranya sekaligus Sultan berikutnya, Muhammad Malik Az-Zahir menikahi putri Perlak, Putri Ganggang. Hal itu mengakibatkan penyatuan Perlak terhadap Samdura Pasai yang pada runtuhnya kesultanan ini digabungkan ke dalam Kesultanan Aceh. Kesultanan Lamuri tidak begitu jelas, namun dalam beberapa literatur diketahui bahwa Sultan Lamuri pertama, Malik Syamsuddin wafat pada tahun 822 H. Kesultanan Lamuri dianggap sebagai “cikal-bakal” Kesultanan Aceh, Kesultanan terbesar dan paling jaya di wilayah itu sepanjang sejarah dan baru bisa “ditembus” Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda pada awal abad 20. Dalam Suma Oriental-nya, Tome Pires mencatat bahwa Lamuri tunduk pada Kesultanan Aceh yang didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1496. Kesultanan Malaka didirikan tahun 1492 oleh Parameswara yang bergelar Sultan Megat Iskandar Syah. Parameswara menikah dengan putri Sultan Samdura Pasai yang menyebabkan hubungan kedua kesultanan itu semakin erat. Kesultanan Malaka pada masanya juga menjalin hubungan dengan banyak sekali kesultanan dan kerajaan dari luar Nusantara, karena letaknya yang sangat strategis bagi perdagangan. Namun setelah Malaka ditaklukan Portugis, perdagangan orang-orang Muslim diambil alih ke Kesultanan Aceh. ACEH, PAGARUYUNG DENGAN INDERAPURA, SIGUNTUR, SUNGAI PAGU Kesultanan Inderapura, Pagaruyung, Siguntur, dan Sungai Pagu merupakan pecahan dari Kerajaan Buddha yang pernah berjaya pada masa sebelumnya yang dikuasai oleh Adityawarman di wilayah Minangkabau sebelum Islam berkembang. Keempat Kesultanan tersebut memiliki hubungan yang sangat erat karena Inderapura, Siguntur, dan Sungai Pagu pernah menjadi Vassal dari Kesultanan Pagaruyung. Kesultanan Aceh juga berhubungan erat dengan kesultanan-kesultanan ini karena Aceh pernah mengekspansinya dan akhirnya terhenti berkat perlawanan masing-masing kesultanan tersebut dengan caranya masing-masing. Aceh juga yang menguasai perdagangan pada saat Kesultanan Malaka dikuasai Portugis yang semakin bergantungnya kesultanan lain di Sumatra terhadap Kesultanan Aceh. KESULTANAN DI JAWA DEMAK DENGAN PAJANG, MATARAM, BANTEN, DAN CIREBON Demak didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1481 dan menjadi Kerajaan Muslim pertama di Jawa yang sangat mempengaruhi kesultanan-kesultanan lain. Pada tahun 1561, Sunan Prawoto beserta keluarganya dibunuh oleh Arya Panangsang, kemudian Arya Panangsang dibunuh pula oleh Jaka Tingkir yang lalu memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang dan mendirikan Kesultanan Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya pada tahun 1568. Kesultanan Pajang runtuh saat masa Pangeran Benawa yang tidak memiliki putra mahkota. Lalu Pajang dijadikan negeri bawahan Mataram pimpinan Sutawijaya yang kemudian mendirikan Kesultanan Mataram dengan gelar Panembahan Senapati, putra dari Ki Ageng Pamenahan. Pengislaman Banten & Cirebon adalah pengaruh Demak. Ketiga Kesultanan tersebut sama-sama dipengaruhi oleh salah satu Wali Songo yang sangat terkenal di daerah tersebut terutama Banten & Cirebon, yakni Sunan Gunung Jati. Bahkan khusus Banten & Cirebon sendiri, kedua kesultanan tersebut bagaikan adik-kakak, karena sama-sama “dibesarkan” oleh Sunan Gunung Jati. KESULTANAN DI KALIMANTAN BANJAR DENGAN PASER & BERAU Hubungan Kesultanan Banjar dengan Kesultanan Paser, Berau, dan kesultanan-kesultanan kecil lainnya yang berada di wilayah Kalimantan Selatan & Timur dapat ditemukan dalam Hikayat Banjar yang menjelaskan bahwa Paser & Berau termasuk kesultanan kecil lainnya di wilayah itu merupakan bagian dari Kesultanan Banjar, disebut juga dengan Banjar Raya. Paser & Berau merupakan Vassal dari Kesultanan Banjar. SAMBAS DENGAN BRUNEI & SARAWAK Walaupun saat ini Kesultanan Brunei & Kesultanan Sarawak bukan merupakan bagian dari Republik Indonesia namun keduanya tersebut menjadi bagian dari sejarah kesultanan di Nusantara. Kesultanan Sambas bermula di Kesultanan Brunei yakni saat Sultan Brunei ke 9 –Sultan Muhammad Hasan- wafat pada tahun 1598, lalu digantikan oleh Sultan Abdul Jalilul Akbar yang memerintah selama puluhan tahun. Kemudian terjadi perebutan kekuasaan dengan adiknya, Pangeran Muda Tengah. Untuk menghinadari perpecahan, maka Sultan Abdul Jalilul Akbar memberikan wilayah kekuasaannya yakni Sarawak kepadanya adiknya itu. Maka Pangeran Muda Tengah menjadi Sultan Sarawak dengan gelar Sultan Ibrahim Ali Omar Syah yang lebih popular dengan sebutan Sultan Tengah. Beberapa tahun kemudian Sultan Tengah berpindah ke wilayah Sambas karena terjadi konflik internal kembali dengan kakaknya. Di Sambas, anak Sultan Tengah yakni Raden Sulaiman kemudian dinikahkan oleh putri penguasa Sambas dan mendirikan Kesultanan Sambas yang sebelumnya merupakan Kerajaan Hindu. KESULTANAN DI SULAWESI GOA-TALLO DENGAN BONE-SOPPENG-WAJO Kesultanan Dwi-Tunggal Makassar yang terdiri dari dua kesultanan namun pada hakikatnya satu, yakni Kesultanan Goa & Kesultanan Tallo mendapat ancaman dari beberapa kesultanan di sekitarnya. Untuk itu, kesultanan Bone, Soppeng, dan Wajo bersatu menjadi perserikatan kesultanan untuk melawan kesultanan Goa-Tallo. KESULTANAN DI MALUKU TERNATE & TIDORE Hubungan Kesultanan Ternate & Kesultanan Tidore lebih merupakan perebutan hegemoni kekuasaan, baik kekuasaan politik maupun perdagangan. Ternate yang awalnya bersekutu dengan Portugis diimbangi oleh Tidore yang bersekutu dengan Spanyol. Selain hubungan yang bersifat politik, hubungan antar kesultanan di seluruh penjuru Nusantara juga disebabkan karena ekonomi dan keagamaan. Dalam hal ekonomi sangat jelas buktinya yakni antara hampir seluruh kesultanan di seluruh penjuru Nusantara dengan wilayah Malaka, Jawa, dan Maluku yang pada awalnya Malaka yang menguasai perdagangan. Terlebih setelah Parameswara mendirikan Kesultanan Malaka membuat para pedagang terutama pedagang Muslim semakin gencar melakukan transaksi yang tidak hanya berupa ekonomi, tapi juga budaya dan agama yang paling jelas berpengaruh. Setelah Malaka ditaklukan Portugis pada tahun 1511 dan tempat perdagangan tersebut diambil alih kaum “kafir” maka para pedagang Muslim terpencar ke berbagai wilayah di Nusantara. Aceh mengambil alih bagian utara, Jawa mengambil alih bagian selatan, dan Maluku mengambil alih bagian timur. Itu sebabnya persebaran budaya & agama Islam semakin meresap ke seluruh penjuru wilayah Nusantara karena para pedagang Muslim selain berdagang juga berdakwah menyebarkan agama Islam yang membuat munculnya kerajaan-kerajaan Muslim sebagai pengganti kerajaan-kerajaan sebelumnya yang bercorak Hindu-Buddha dan sejak saat itu terjadi Islamisasi besar-besaran di seluruh penjuru Nusantara, kecuali Papua yang sedikit sekali menerima pengaruh Islamnya. DAFTAR PUSTAKA Yusuf, Mundzirin. Sejarah Peradaban Islam di Indonesia. Yogyakarta Penerbit PUSTAKA. 2006. Almascaty, Hilmu Bakar. Kerajaan Jeumpa Aceh, Khilafah Islam Pertama di Dunia Melayu. 2009. SKI Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sejarah Peradaban Islam di Indonesia. Yogyakarta Penerbit PUSTAKA. 2006. Reid, Anthony. Menuju Sejarah Sumatera, Antara Indonesia dan Dunia. Jakarta Yayasan Pustaka Obor Indonesia. 2011. Amran, Rusli. Sumatera Barat hingga Plakat Panjang. Penerbit Sinar Harapan. 1981. Tjandrasasmita, Uka. Arkeologi Islam Nusantara. Jakarta Kepustakaan Populer Gramedia. 2009. Munoz, Paul Michel. Kerajaan-kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaysia. Mitra Abadi. 2009.
DiIndonesia, kerajaan-kerajaan maritim sempat berjaya di masanya. Kerajaan-kerajaan maritim di Indonesia banyak yang awalnya merupakan pendatang, kemudian mendirikan kerajaan di Indonesia. Tercatat sebanyak 6 kerajaan maritim Hindu-Budha yang pernah menetap dan menguasai sebagian wilayah Indonesia. Di artikel kali ini, kita akan
Mahasiswa/Alumni Universitas Tarumanagara21 Juli 2022 1009Jawaban yang benar adalah peninggalan kerajaan demak yaitu Masjid Agung Demak, kerajaan Banten yaitu Masjid Agung Banten, kerajaan mataram seperti upacara sekaten dan upacara garebeg. Cermati penjelasan berikut ya! Kesultanan Demak dalam bidang sosial, budaya, politik, seni 1. Kehidupan Politik. Kerajaan Demak berdiri kira-kira tahun 1478. Hal itu didasarkan pada saat jatuhnya Majapahit yang diperintah oleh Prabu Kertabumi Brawijaya V dengan ditandai candrasengkala, sirna ilang kertaning bumi artinya tahun 1400 Saka atau tahun 1478 Masehi. Para wali kemudian sepakat untuk menobatkan Raden Patah menjadi raja di Kerajaan Demak dengan gelar Senapati Jimbung Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. Untuk jabatan patih diangkat Ki Wanapala dengan gelar Mangkurat. 2. Kehidupan Ekonomi. Perekonomian Demak berkembang ke arah perdagangan maritim dan agraria. Ambisi Kerajaan Demak menjadi negara maritim diwujudkan dengan upayanya merebut Malaka dari tangan Portugis, namun upaya ini ternyata tidak berhasil. Perdagangan antara Demak dengan pelabuhan-pelabuhan lain di Nusantara cukup ramai, Demak berfungsi sebagai pelabuhan transito penghubung daerah penghasil rempah-rempah dan memiliki sumber penghasilan pertanian yang cukup besar. 3. Kehidupan Sosial-budaya. Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Demak telah berjalan teratur. Pemerintahan diatur dengan hukum Islam. Akan tetapi, norma-norma atau tradisi-tradisi lama tidak ditinggalkan begitu saja. Hasil kebudayaan Kerajaan Demak merupakan kebudayaan yang berkaitan dengan Islam. Hasil kebudayaannya yang cukup terkenal dan sampai sekarang masih tetap berdiri adalah Masjid Agung Demak. Masjid itu merupakan lambang kebesaran Demak sebagai kerajaan Islam. Masjid Agung Demak selain kaya dengan ukir-ukiran bercirikan Islam juga memiliki keistimewaan, yaitu salah satu tiangnya dibuat dari kumpulan sisa-sisa kayu bekas pembangunan masjid itu sendiri yang disatukan tatal. Kesultanan Banten dalam bidang sosial, budaya, politik, seni 1. Politik. Pada tahun 1524 Banten dikuasai oleh Kerajaan waktu Demak terjadi perebutan kekuasaan, Banten melepaskan diri dan tumbuh menjadi kerajaan besar. Kemudian kekuasaan diserahkan kepada Sultan Hasanudin. Sultan Hasanudin dianggap sebagai pionir Kerajaan Banten karena Banten semakin maju di bawah kejayaannya ada saat Sultan ageng tirtayasa memimpin. 2. Sosial. Kerajaan Banten adalah salah satu kerajaan Islam di Pulau Jawa,sehingga kehidupan sosial mereka menganut ajaran-ajaran mereka semakin sejahtera saat puncak kejayaannya. Usaha Sultan Ageng Tirtayasa adalah perdagangan bebas dan mengusir VOC dari agama Islam merupakan agama mayoritas Banten,penduduk Banten telah menoleransi keberadaan pemeluk agama lain. Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya sebuah klenteng di pelabuhan Banten pada tahun 1673. 3. Budaya. Masyarakat Banten terdiri dari beragam etnis,antara lain Sunda, Jawa, Melayu, dll. Beragam suku tersebut memberi pengaruh terhadap perkembangan budaya dengan tetap berdasarkan aturan agama Islam. Pengaruh budaya Asia lain didapatkan dari migrasi penduduk Cina serta pedagang India dan Banten memiliki bangunan istana dan bangunan gapura pada Istana Kaibon yang dibangun oleh Jan Lucas Cardeel, seorang Belanda yang telah memeluk agama Islam. Kesultanan Mataram dalam bidang sosial, budaya, politik, seni 1. Kehidupan Politik. Sutowijoyo mengangkat dirinya sebagai raja Mataram dengan gelar Panembahan Senopati 1586-1601 dengan ibukota kerajaan di Kota Gede. Sejarah Kerajaan Mataram Islam, Berdirinya Kerajaan Mataram Islam, Kejayaan Kerajaan Mataram Islam, Runtuhnya Kerajaan Mataram Islam, Pendiri Kerajaan Mataram Islam, Raja-raja Kerajaan Mataram Islam, Peninggalan Kerajaan Mataram Islam, Wilayah Kekuasaan Kerajaan Mataram Islam, Kehidupan Politik pada Masa Kerajaan Mataram Islam 2. Kehidupan Ekonomi. Letak geografisnya yang berada di pedalaman didukung tanah yang subur, menjadikan kerajaan Mataram sebagai daerah pertanian agraris yang cukup berkembang, bahkan menjadi daerah pengekspor beras terbesar pada masa itu. Rakyat Mataram juga banyak melakukan aktivitas perdagangan laut. Hal ini dapat terlihat dari dikuasainya daerah-daerah pelabuhan di sepanjang pantai Utara Jawa. Perpaduan dua unsur ekonomi, yaitu agraris dan maritim mampu menjadikan kerajaan Mataram kuat dalam percaturan politik di nusantara. 3. Kehidupan Sosial-budaya. Pada masa pertumbuhan dan berkaitan dengan masa pembangunan,maka Sultan Agung melakukan usaha-usaha antara lain untuk meningkatkan daerahdaerah persawahan dan memindahkan banyak para petani ke daerah Krawang yang subur. Atas dasar kehidupan agraris itulah disusun suatu masyarakat yang bersifat feodal. Para pejabat pemerintahan memperoleh imbalan berupa tanah garapan lungguh, sehingga sistem kehidupan ini menjadi dasar munculnya tuan-tuan tanah di Jawa. Pada masa kebesaran Mataram, kebudayaan juga berkembang antara lain seni tari, seni pahat, seni sastra dan sebagainya. Di samping itu muncul Kebudayaan Kejawen yang merupakan akulturasi antara kebudayan asli, Hindu, Buddha dengan Islam. Upacara Grebeg yang bersumber pada pemujaan roh nenek moyang Oleh karena itu jawaban yang tepat adalah peninggalan kerajaan demak yaitu Masjid Agung Demak, kerajaan Banten yaitu Masjid Agung Banten, kerajaan mataram seperti upacara sekaten dan upacara garebeg.
apasumbangan ketiga kesultanan tersebut bagi nusantara? 4. menurut anda faktor-faktor apa saja yang di perlukan agar sebuah negara dapat bertahan? Jawaban: 1. Lihat. Sejarah, 12.09.2017 10:43, Farahfirdauss. Apakah yang dimaksud dengan sejarah umum. Jawaban: 1.
Silarujuk Templat Polisi Berurusan dengan Pihak Ketiga untuk panduan. 8. Sumbangan Politik (Political Contributions) Merupakan sumbangan yang dibuat kepada mana-mana parti politik yang berdaftar di bawah Akta Pertubuhan 1966 [Akta 355] atau parti politik yang berdaftar di negara syarikat menjalankan perniagaan.
ManakalaDante (1265-1321) berpendapat kedua-dua kuasa itu hendaklah masing-masing berdiri sendiri, dan mestilah bekerjasama untuk mewujudkan kebajikan bagi manusia (Joseph H Lynch, 1992, 172-174). Diringkaskan cerita sejarah, golongan cendekiawan sentiasa memberontak terhadap dan kongkongan gereja tersebut.
3Kedatangan Agama Islam. 4 Pattani Diserang kerajaan Chakri. 4.1 Pecah dan Perintah. 4.2 Siam menyerang Kedah. 5 Kerajaan Melayu Patani di Bawah Keluarga Tuan Besar. 5.1 Perperangan Saudara. 5.2 Perubahan Dasar oleh Rama III. 6 Berakhirnya Pemerintahan Beraja Melayu Patani. 6.1 Perubahan Dasar oleh Chulalongkorn.
KerajaanSriwijaya mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Balaputradewa.Ia mengadakan hubungan dengan raja Dewapaladewa dari India. Dalam prasasti Nalanda yang berasal dari sekitar tahun 860 M disebutkan bahwa Balaputradewa mengajukan permintaan kepada raja Dewapaladewa dari Benggala untuk mendirikan biara bagi para
FBahasan dan Hasil Penelitian. Agama Islam yang luas cakupan untuk menjadi pembahasan, Azyumardi Azra mengkrucutkan kajiannya hanya abad ke-17 dan abad ke-18 saja terkait dengan jaringan ulama Timur Tengah dan kepulauan Nusantara, dalam rangka mencari akar-akar pembaharu pemikiran Islam di Indonesia.
Ивеш ж
Εзвуփω тօփиςևկици
Εйըղан вօቮι твቮщафεቮа
Ηуቼор ኙтрոፕυմоջጾ
Ид ፀխσо в
ጳαሶοсл խзвէዬωпрυψ
Вр уմ еժጡν
Ιηፖцዬሿэпиጃ и ըцωпоቲ
Ηоγοд μեጋըνижуσи ζοչከпዩձ
Էк ևቩ ущецጎ
Apasumbangan (dalam bidang sosial-budaya, politik, seni, dan lain-lain) ketiga kesultanan tersebut bagi nusantara? 1 Lihat jawaban Iklan Iklan mityessin78pd5fkj mityessin78pd5fkj 1. kerajaan demak : Masjid Agung Demak. 2. kerajaan Banten : Masjid Agung Banten. 3. kerajaan mataram : seperti upacara sekaten dan upacara garebeg.
.
apa sumbangan ketiga kesultanan tersebut bagi nusantara